bumi adalah tempat hidup makhluk hidup berserta isinya . oleh karena itu bumi terdiri dari beberapa lapisan,bahan material pembentuk bumi,beserta SDA terkandung dalam bumi,serta bentuk bentuk lapisan bumi
nah sekarang proses terbentuknya bumi :
berdasarkan teori yang sering kita dengar adalah teori "big bang". berdasarkan teori tersebut pada puluhan milyar yang lalu bumi berupa gumpalan kabut raksasa yang pada porosnya perputaran ini dilakukan untuk melempar kecil dan ringan terlempar ke luar dan bagian besar dikumpulkan di pusat . bundaran besar . pada suatu saat bundaran/cakram tersebut meledak dengan kekuatan dasyat akhirya membentuk galaksi dan nebula . selama jangka yang kurang dari 4.6 milyar tahun nebula nebula tersebut membentuk galaksi yang yang kita sebut galaksi bima sakti(milk way) . kemudian membentuk sistem tata surya sedangkan bagian kecil yang tadi terlempar mengalami kondensasi membentuk gumpalan yang mendingin dan memadat gumpalan tersebut membentuk planet-planet termasuk bumi.
ada 3 tahap proses pembentukan bumi hingga sekarang :
1)Awalnya, bumi masih merupakan planet homogen dan belum mengalami perlapisan atau perbedaan unsur.
2Pembentukan perlapisan struktur bumi yang diawali dengan terjadinya diferensiasi. Material besi yang berat jenisnya lebih besar akan tenggelam, sedangkan yang berat jenisnya lebih ringan akan bergerak ke permukaan.
3)Bumi terbagi menjadi lima lapisan, yaitu inti dalam, inti luar, mantel dalam, mantel luar, dan kerak bumi.
Perubahan di bumi disebabkan oleh perubahan iklim dan cuaca.
Jumat, 22 Januari 2010
Minggu, 10 Januari 2010
musim
tahukah kamu apa yang menyebabkan perbedaan musim di bumi kita ???
yang menyebabkan perbedaab bumi adalah sumbu rotasi bumi yang berkemiringan 23,5 derajat saat mengelilingi matahari (revolusi) itulah yang menyebabkan perbedaan musim
pada 1/22 juni tejadi musim panas yang meyebabkannya adalah sudut yang terbentuk oleh sinar matahari 90 derajat pada daerah tropis nah pada kondisi ini bumi bagian utara seperti benua eropa dan amerika musim panas sedangkan bumi bagian selatan yaitu australia bagian selatan dan bagian tengah mengalami musim dingin
pada 22/23 september terjadi musim gugur yang menyebabkan adalah sinar matahari yang membentuk sudut 90 derajat pada bagian daerah equator Pada kondisi ini daerah utara akan mengalami musim gugur karena suhu lebih rendah dibanding periode sebelumnya akibat berkurangnya pancaran sinar matahari, sedang daerah selatan mengalami musim semi.
21/22 desember terjadi musim dingin. Pancaran sinar matahari akan membentuk sudut 90° pada daerah tropis. Pada kondisi ini daerah utara hemisphere akan mengalami musim dingin sedangkan daerah selatan hemisphere mengalami musim panas .
21/22 maret terjadi musim semi. Pancaran sinar matahari akan membentuk sudut 90° pada daerah equator. Pada kondisi ini daerah utara hemisphere akan mengalami musim semi karena adanya kenaikan suhu dibanding periode sebelumnya, sedang daerah selatan hemisphere mengalami musim gugur.
yang menyebabkan perbedaab bumi adalah sumbu rotasi bumi yang berkemiringan 23,5 derajat saat mengelilingi matahari (revolusi) itulah yang menyebabkan perbedaan musim
pada 1/22 juni tejadi musim panas yang meyebabkannya adalah sudut yang terbentuk oleh sinar matahari 90 derajat pada daerah tropis nah pada kondisi ini bumi bagian utara seperti benua eropa dan amerika musim panas sedangkan bumi bagian selatan yaitu australia bagian selatan dan bagian tengah mengalami musim dingin
pada 22/23 september terjadi musim gugur yang menyebabkan adalah sinar matahari yang membentuk sudut 90 derajat pada bagian daerah equator Pada kondisi ini daerah utara akan mengalami musim gugur karena suhu lebih rendah dibanding periode sebelumnya akibat berkurangnya pancaran sinar matahari, sedang daerah selatan mengalami musim semi.
21/22 desember terjadi musim dingin. Pancaran sinar matahari akan membentuk sudut 90° pada daerah tropis. Pada kondisi ini daerah utara hemisphere akan mengalami musim dingin sedangkan daerah selatan hemisphere mengalami musim panas .
21/22 maret terjadi musim semi. Pancaran sinar matahari akan membentuk sudut 90° pada daerah equator. Pada kondisi ini daerah utara hemisphere akan mengalami musim semi karena adanya kenaikan suhu dibanding periode sebelumnya, sedang daerah selatan hemisphere mengalami musim gugur.
Jumat, 08 Januari 2010
galaksi

sumber dari :
Apakah Galaksi Itu ?
Teman-teman pernah mendengar kata "Galaksi" ? Kalau belum silahkan membaca penjelasan lengkap berikut mengenai galaksi dan bentuk-bentuknya. Dalam ilmu astronomi galaksi diartikan sebagai suatu sistem yang terdiri dari bintang-bintang, gas dan debu yang amat luas, dimana anggotanya mempunyai gaya tarik menarik (gravitasi). Matahari bersama-sama 9 buah planet yang mengitarinya merupakan anggota dari sebuah galaksi yang diberi nama Galaksi Bima Sakti.
Galaksi Bima Sakti
Galaksi kita termasuk galaksi spiral dan berbentuk seperti cakram, garis tengahnya kira-kira 100.000 tahun cahaya (30.600 pc). Bintang yang lebih tua ditemukan di pusat tonjolan dengan ketebalan 20.000 tahun cahaya (6.100 pc). Bintang yang lebih muda ditemukan di lengan spiral. Pusat galaksi berada dalam gugusan bintang sagitarius. Kutub utaranya di Coma Berenices, Kutub selatanya di Sculptor. Matahari ada di sudut dalam lengan spiral CarinaCygnus kira-kira 32.000 tahun cahaya (9.800 pc) dari pusat galaksi. Diperkirakan galaksi berumur 12-14 biliun tahun dan terdiri dari 100 biliun bintang.
Untuk membayangkan bagaimana kira-kira bentuk galaksi kita, kita dapat membayangkan dua buah telur mata sapi yang bagian bawahnya disatukan. Istilah tahun cahaya menggambarkan jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam waktu satu tahun. Dengan kecepatan 300.000 km/s, dalam waktu satu tahun cahaya akan menempuh jarak sekitar 9,5 juta juta kilometer. Jadi satu tahun cahaya adalah 9,5 juta juta km. Ini berarti garis tengah galaksi kita sekitar 100.000 x 9,5 juta juta km, atau 950 ribu juta juta km (950 diikuti oleh 15 buah nol di belakangnya). Untuk memudahkan perhitungan, maka digunakan satuan jarak yaitu tahun cahaya. Dengan satuan ini, tebal bagian pusat galaksi kita sekitar 10.000 tahun cahaya.
Lalu, di mana letak Matahari kita? Matahari terletak sekitar 30.000 tahun cahaya dari pusat Bima Sakti. Matahari bukanlah bintang yang istimewa, tetapi hanyalah salah satu dari 200 milyar buah bintang anggota Bima Sakti. Bintang bintang anggota Bima Sakti ini tersebar dengan jarak dari satu bintang ke bintang lain berkisar 4 sampai 10 tahun cahaya. Bintang terdekat dengan matahari adalah Proxima Centauri (anggota dari sistem tiga bintang: Alpha Centauri), yang berjarak 4,23 tahun cahaya. Semakin ke arah pusat galaksi, jarak antar bintang semakin dekat, atau dengan kata lain kerapatan galaksi ke arah pusat semakin besar.
Bima Sakti bukanlah satu-satunya galaksi yang ada di alam semesta ini. Dalam alam semesta, ada begitu banyak sistem seperti ini, yang mengisi setiap sudut langit sampai batas yang bisa dicapai oleh telekop yang paling besar. Jumlah keseluruhan galaksi yang dapat dipotret dengan teleskop berdiameter 500 cm di Mt. Palomar mungkin sampai kira-kira satu milyar buah galaksi. Maka tidak salah jika kita mengira bahwa jika kita mempunyai teleskop yang lebih besar, kita akan dapat melihat jauh lebih banyak lagi.
Sebelum kita memiliki metode pengukuran jarak yang cukup baik, para astronom mengira Bima Sakti adalah keseluruhan dari alam semesta. Bercak-bercak cahaya yang tampak di langit pada mulanya diklasifikasikan sebagai nebula (kabut), yang juga adalah anggota Bima Sakti. Pada waktu itu, dikenal ada dua macam nebula, yaitu nebula gas dan nebula spiral. Adalah Harlow Shapley dan George Ellery Hale, dua orang astronom yang amat berjasa membangun pengertian kita tentang galaksi. Shapley inilah yang mengembangankan metode untuk mengukur jarak yang diterapkan untuk mengukur diameter Bima Sakti.
Sedangkan Hale amat besar perannya dalam pengembangan teleskop-teleskop besar, yang digunakan untuk pengamatan bintang-bintang dan nebula. Atas jasa mereka sekarang kita tahu bahwa yang semula disebut nebula spiral itu adalah galaksi yang juga seperti Bima Sakti, terdiri dari ratusan juta sampai milyaran bintang, dan berada amat jauh dari kita, jauh di luar Bima Sakti. Dan melalui jalan yang telah mereka rintis, kita menyadari bahwa Bima Sakti hanyalah satu dari begitu banyak galaksi-galaksi yang bertebaran di alam semesta yang maha luas ini.
Bentuk galaksi
Secara garis besar, menurut morfologinya, galaksi dibagi menjadi 3 tipe, yaitu: tipe galaksi spiral, galaksi elips, dan galaksi tak-beraturan. Pembagian tipe ini berdasarkan bentuk / penampakan galaksi-galaksi tersebut. Galaksi-galaksi yang diamati dan dipelajari oleh para astronom sejauh ini terdiri dari sekitar 75% galaksi spiral, 20% galaksi elips, dan 5% galaksi tak beraturan. Namun ini bukan berarti galaksi spiral adalah galaksi yang paling banyak terdapat di alam semesta ini.
Sesungguhnya yang paling banyak terdapat di alam semesta ini adalah galaksi elips. Jika kita mengambil volume ruang angkasa yang sama, kita akan menemukan lebih banyak galaksi elips daripada galaksi spiral. Hanya saja galaksi tipe ini banyak yang amat redup, sehingga amat sulit untuk diamati.
1. Spiral
Galaksi spiral merupakan tipe yang paling umum dikenal orang. Mungkin karena bentuk spiralnya yang indah itu. Jika kita mendengar kata galaksi, biasanya yang terbayang adalah galaksi tipe ini. Galaksi kita termasuk galaksi spiral. Bagian-bagian utama galaksi spiral adalah halo, bidang galaksi (termasuk lengan spiral), dan bulge (bagian pusat galaksi yang menonjol). Anggota galaksi spiral adalah bintang-bintang muda dan tua. Bintang-bintang tua terdapat pada gugus-gugus bola yang tersebar menyelimuti galaksi.
Gugus bola adalah kumpulan bintang-bintang yang berjumlah puluhan sampai ratusan ribu bintang yang lahir bersama-sama, mengumpul berbentuk bola. Gugus-gugus bola inilah yang membentuk halo bersama sama dengan bintang-bintang yang tidak terdapat di bidang galaksi. Bintang-bintang muda terdapat di lengan spiral galaksi yang berada di bidang galaksi. Bintang-bintang muda ini masih banyak diselimuti materi antar bintang, yaitu bahan yang membentuk bintang itu. Bulge pada galaksi spiral adalah bagian yang paling padat. Pada Bima Sakti, pusat galaksi terletak di arah Rasi Sagittarius, tetapi kita tidak dapat mengamatinya dengan mudah, karena materi antar bintang banyak menyerap cahaya yang berasal dari pusat galaksi itu.
Galaksi spiral berotasi dengan kecepatan yang jauh lebih besar dari galaksi elips. Kecepatan rotasinya yang besar itulah yang menyebabkan galaksi ini memipih dan membentuk bidang galaksi. Besar kecilnya kecepatan rotasi pada galaksi spiral ini bergantung pada massa galaksi tersebut. Kecepatan rotasi tiap bagian galaksi spiral sendiri tidaklah sama. Semakin ke arah pusat galaksi, kecepatan rotasinya semakin besar. Contoh lain galaksi spiral selain dari Bima Sakti adalah galaksi Andromeda.
Andai saja kita bisa melihat galaksi Bima Sakti dari luar, kita akan melihatnya seperti bentuk galaksi Andromeda ini. Ukuran galaksi Andromeda ini sedikit lebih besar dari Bima Sakti. Galaksi Andromeda bersama-sama dengan Bima Sakti termasuk galaksi spiral raksasa. Jarak galaksi Andromeda ini sekitar 2,5 juta tahun cahaya. Untuk mengarungi jarak sejauh itu, cahaya memerlukan waktu 2,5 juta tahun. Ini berarti cahaya yang kita terima dari galaksi ini adalah cahaya yang dikirimnya 2,5 juta tahun yang lalu yang menggambarkan keadaan galaksi tersebut pada waktu itu.
Jarak yang merentang antara Bima Sakti dan Andromeda sejauh 2,5 juta tahun cahaya itu dalam ukuran astronomi masih terhitung dekat. Jarak ke galaksi-galaksi lainnya jauh lebih fantastis. Bahkan ada yang sampai milyaran tahun cahaya.
2. Elips
Sesuai dengan namanya, penampakan galaksi ini seperti elips. Tapi bentuk yang sebenarnya tidak kita ketahui dengan pasti, karena kita tahu apakah arah pandang kita dari depan, samping, atau atas dari galaksi tersebut. Yang termasuk tipe galaksi ini adalah mulai dari galaksi yang berbentuk bundar sampai galaksi yang berbentuk bola pepat. Struktur galaksi tipe ini tidak terlihat dengan jelas. Galaksi elips sangat sedikit mengandung materi antar bintang , dan anggotanya adalah bintang-bintang tua. Contoh galaksi tipe ini adalah galaksi M87, yaitu galaksi elips raksasa yang terdapat di Rasi Virgo.
3. Tak beraturan
Galaksi tak beraturan adalah tipe galaksi yang tidak simetri dan tidak memiliki bentuk khusus, tidak seperti dua tipe galaksi yang lainnya. Anggota dari galaksi tipe ini terdiri dari bintang-bintang tua dan muda. Contoh dari galaksi tipe ini adalah Awan Magellan Besar dan Awan Magellan Kecil, dua buah galaksi tetangga terdekat Bima Sakti, yang hanya berjarak sekitar 180.000 tahun cahaya dari Bima Sakti. Galaksi tak beraturan ini banyak mengandung materi antar bintang yang terdiri dari gas dan debu-debu.
tata surya

Sumber dari:
Dahulu orang mengira bahwa bumi yang kita tempati ini adalah pusat jagat raya. Artinya benda-benda langit yang kita lihat seperti matahari, bulan, planet-planet dan bintang-bintang bergerak mengelilingi bumi. Tetapi ternyata perkiraan itu salah. Memang sih kelihatannya kalau kita melihat dari bumi kayaknya benda-benda langit itulah yang mengelilingi bumi. Orang yang pertama kali menentang bahwa bumi bukan pusat jagat raya adalah Nicolai Copernicus (1473-1543).
Copernicus meneliti jagat raya hampir setiap malam, dia mencatat posisi bintang-bintang. Dan menyadari bahwa ternyata posisi bintang tersebut selalu berubah tiap tahunnya. Logikanya jika benda-benda langit itu mengelilingi bumi maka posisi dari benda-benda langit tersebut tidak akan berubah. Selain itu Copernicus juga mengamati bahwa planet-planet memancarkan cahaya yang berubah-ubah kekuatannya. Hal ini terjadi karena jarak antara bumi dan planet berubah-ubah dan ini tidak mungkin terjadi jika bumi menjadi pusat jagat raya.
Sekarang kita mengetahui bahwa bumi bukan pusat dari jagat raya. Bumi hanyalah sebuah planet yang ada di dalam sebuah sistem yang disebut tata surya di mana matahari (=surya) menjadi pusatnya. Bahkan kita juga sekarang sadar bahwa matahari bukan juga pusat dari jagat raya. Matahari hanyalah sebuah bintang dan ada begitu banyak bintang di jagat raya. Jutaan bahkan mungkin milyaran bintang ada di jagat raya. Matahari dan tata surya melayang-layang di jagat raya yang maha luas yang kita tidak pernah tahu di mana pusatnya.
Seperti disebut di atas bumi ada di dalam sebuah sistem yang disebut tata surya. Sekarang mari kita lihat tata surya kita. Tata surya kita terdiri dari matahari sebagai pusat dan 9 planet yang bergerak mengelilinginya. Susunannya adalah sebagai berikut :
* Matahari
* Merkurius
* Venus
* Bumi
* Mars
* Jupiter
* Saturnus
* Uranus
* Neptunus
* Pluto
Selain planet-planet ada juga benda langit lainnya yang disebut satelit. Satelit adalah benda langit yang mengelilingi sebuah planet. Contohnya adalah bulan. Bulan adalah satu-satunya satelit bumi. Bulan bergerak mengitari bumi. Planet-planet yang lain juga memiliki satelit bahkan lebih dari satu. Misalnya Mars memiliki 2 satelit namanya Phobos dan Deimos. Saturnus memiliki satelit terbanyak :19 satelit !! Hampir semua planet memiliki satelit kecuali Merkurius dan Venus.
Matahari
Matahari adalah pusat dari tata surya. Ukuran garis tengah matahari adalah 100 kali lebih besar dari bumi, sehingga jika matahari itu kita anggap sebagai wadah kosong, maka matahari bisa menampung lebih dari 1 juta bumi !! Bagi kita matahari itu super buesarrrr, tetapi ternyata di jagat raya matahari termasuk bintang yang ukurannya kecil. Masih ada bintang yang besarnya seratus kali dari matahari !!
Jarak matahari dan bumi adalah sekitar 150 juta kilometer. Jauh ya ! Walaupun jaraknya jauh, panas yang berasal dari matahari masih bisa kita rasakan! Apalagi kalau pada siang hari bolong, kita akan merasakan teriknya matahari. Kalau begitu seberapa panas ya matahari itu ? Suhu di permukaan matahari mencapai 6000°C ! Huihhh panasnya. Oleh karena itu di dalam matahari tidak ada benda padat. Semuanya berupa gas.
Merkurius
Merkurius adalah planet terdekat dengan matahari. Jaraknya dari matahari adalah sekitar 57 juta kilometer. Karena dekatnya dengan matahari, maka suhu di sana sangat panas pada siang hari yakni sekitar 427°C. Tetapi pada malam hari suhunya menjadi sangat dingin bisa mencapai -178°C. Sedangkan jaraknya dengan bumi 92 juta kilometer.
Semua planet berputar pada sumbunya. Perputaran itu disebut rotasi. Merkurius berputar lambat, satu putaran membutuhkan 58,6 hari. Selain berputar pada sumbunya semua planet bergerak mengelilingi matahari. Gerakan ini disebut gerakan orbital. Berbeda dengan gerakan rotasinya yang lambat, masa orbital Merkurius tergolong cepat yakni hanya membutuhkan 88 hari. Bandingkan dengan bumi yang membutuhkan waktu satu tahun (365,25 hari).
Merkurius adalah planet terkecil setelah Pluto. Ukurannya hanya 27% dari ukuran bumi. Permukaan Merkurius benjol-benjol mirip dengan permukaan bulan. Benjolan-benjolan itu muncul sebagai akibat benturan dengan meteor.
Venus
Planet kedua adalah Venus. Planet ini memancarkan sinar paling terang oleh karena itu sering disebut Bintang Fajar atau Binjang Senja. Jika langit sedang cerah pada pagi atau senja, lihatlah ke arah matahari terbit (pada pagi hari) atau tenggelam (pada sore hari), kamu akan melihat sebuah benda langit seperti bintang yang bercahaya cukup terang. Itulah planet Venus, bukan bintang. Planet, seperti juga bulan tidak menghasilkan cahaya sendiri. Cahaya planet berasal dari cahaya matahari yang dipantulkannya. Mengapa Venus dapat terlihat lebih terang dibanding planet lainnya ? Penyebabnya adalah karena Venus memiliki atmosfir berupa awan tebal berwarna putih. Atmosfir inilah yang memantulkan cahaya matahari sehingga terlihat berkilau oleh kita di bumi.
Venus adalah planet yang paling dekat dengan bumi. Ukurannya pun hampir sama dengan bumi hanya lebih kecil sedikit. Diameternya kira-kira 12100 kilometer (bumi memiliki diameter 12755 kilometer).
Venus berotasi sangat lambat. Satu putaran rotasi membutuhkan waktu 243 hari. Sebaliknya Venus masa orbital cukup cepat yakni 225 hari. Jadi di Venus 1 tahun Venus lebih cepat dari pada 1 hari Venus !!
Bumi
Bumi adalah planet ketiga. Di sinilah kita manusia hidup. Sampai sekarang kita masih bertanya-tanya apakah kehidupan seperti yang ada di bumi hanya ada di bumi. Jika kita menyadari bahwa jagat raya ini amat luas dan bumi ibarat setetes air di dalam samudra, kemungkinan itu ada. Tetapi untuk lingkup tata surya sudah dapat dipastikan hanya di bumi sajalah terdapat kehidupan yang sangat berkembang.
Sebagian besar permukaan bumi berupa lautan yakni 70% dari seluruh permukaan. Sisanya adalah daratan yang tersusun dari dataran, gunung dan lembah. Bumi dilingkupi oleh atmosfer. Sebagian besar atmosfer bumi terdiri dari gas Nitrogen (4/5 bagian), sisanya (1/5 bagian) berupa gas Oksigen. Terdapat pula gas-gas lain tetapi kadarnya sangat kecil.
Walaupun bumi adalah tempat hidup kita, banyak hal tentang bumi yang belum kita ketahui. Rahasia-rahasia yang terkandung di dalam perut bumi dan dari dasar samudra masih banyak yang belum terungkap. Tahukah kalian bahwa umur bumi diperkirakan sudah mencapai 4,5 milyar (4.500.000.000) tahun !! Walaupun bagi ukuran kita, umur bumi sudah sangaaaaaat tua tetapi menurut ukuran jagat raya umur segitu masih tergolong muda, masih anak-anak !!!
Bumi memiliki sebuah satelit yakni bulan. Bulan bergerak mengelilingi bumi, dan waktu yang dibutuhkan untuk satu putaran adalah 29,5 hari. Kita dapat melihat dengan jelas bulan pada malam hari karena bulan memancarkan cahaya. Bulan seperti juga planet tidak menghasilkan cahaya sendiri, cahaya tersebut berasal dari matahari yang dipantulkan oleh bulan/planet.
Mars
Planet berikutnya adalah planet Mars. Planet Mars disebut juga planet Merah karena memang terlihat bercahaya merah dari bumi. Warna merah tersebut disebabkan oleh karena permukaan planet Mars diselimuti debu merah karat.
Dibandingkan dengan bumi, ukuran Mars hanya separuh dari ukuran bumi. Tetapi Mars memiliki 2 satelit yaitu Phobos dan Deimos sedangkan bumi cuma satu.
Semula orang mengira ada kehidupan di Planet Mars. Untuk membuktikan dugaan ini, Amerika Serikat meluncurkan 2 pesawat Viking yang kemudian mendarat di Mars pada tahun 1976. Pesawat ini membawa contoh tanah dari Mars. Tetapi sayangnya dari hasil penelitian atas contoh tanah tersebut tidak ditemukan cukup bukti yang mendukung adanya kehidupan di Mars.
Lama rotasi Mars adalah 25 jam (bandingkan dengan bumi yang 24 jam) dan masa orbitalnya adalah 687 hari.
Jupiter
Planet di urutan ke-lima adalah Jupiter. Jupiter adalah planet terbesar di tata surya kita. Garis tengahnya mencapai 11 kali garis tengah bumi. Jika Jupiter kita bayangkan sebagai sebuah wadah kososng, maka Jupiter dapat menampung 1310 buah planet bumi !!
Tetapi tidak sebanding dengan ukurannya, berat Jupiter hanya 2 ½ kali dari planet bumi. Planet ini ternyata tidak padat, tetapi lembek seperti bubur. Permukaannya berupa gas helium dan hidrogen cair yang terbungkus awan yang bergolak.
Jupiter berputar pada porosnya sangat cepat (rotasi). Hanya dibutuhkan waktu 10 jam ! Dan ini adalah rotasi tercepat di tata surya. Jika dihitung kecepatan rotasi Jupiter adalah 35400 km/jam sedangkan bumi 1610 km/jam. Tetapi untuk mengelilingi matahari (orbital), Jupiter membutuhkan waktu jauh lebih lama yakni 12 tahun
Jupiter memiliki banyak sekali satelit yakni 16 buah. Empat buah satelit berukuran besar dan diberi nama : Ganymede (satelit terbesar di tata surya), Callisto, Europe dan Io. Dua belas satelit lainnya berukuran kecil dan diberi nama : Almathea, Himalia, Elara, Pasiphae, Sinope, Lysithea, Carme, Ananke, Leda (terkecil), Thebe, Adrastea dan Metis.
Saturnus
Planet ke-enam tata surya ini sangat unik. Saturnus memiliki cincin-cincin yang mengitarinya. Cincin-cincin tersebut tidak lain dari potongan jutaan es yang mengelilingi Saturnus.
Saturnus adalah planet kedua terbesar di tata surya. Diameternya adalah 120.660 km atau 9 kali diameter bumi. Lama putaran rotasinya adalah 10 jam 14 menit (tercepat kedua setelah Jupiter) sedangkan masa orbitalnya 29.5 tahun.
Saturnus memiliki satelit paling banyak yakni 19 buah satelit ! Satelit yang terbesar adalah Titan, sedangkan satelit lainnya adalah : Mimas, Enceladus, Tethys, Dione, Rhea, Hypherion, Iapetur, Phobe, Janus, Epimethius, Telesto, Calypso, Atlas, Pandora, Helene, Prometheus dan Pan. Satu satelit lagi belum diberi nama (mungkin kalian punya usulan).
Uranus
Planet ke-tujuh ini merupakan planet yang terdiri dari gas! Bukan dari tanah padat seperti di bumi. Keadaan di Uranus dingin dan beku. Suhu di permukaannya berkisar antara -233°C sampai 213°C (huihh.. dingin sekali!). Gas utama pada udara Uranus adalah Hidrogen, kemudian diikuti methana dan Helium.
Seperti Saturnus, Uranus ternyata memiliki cincin. Tetapi berbeda dengan cincin yang terdapat di Saturnus, cincin Uranus tipis dan sampai sekarang telah ditemukan 9 lapis cincin Uranus.
Masa orbital Uranus adalah 84 tahun. Waktu rotasi Uranus adalah 15 ½ jam. Arah rotasi Uranus berlawanan dengan arah rotasi bumi. Uniknya lagi Uranus berotasi pada sisinya seperti sebuah gasing yang rebah. Akibatnya satu sisi planet terus-menerus mengalami siang selama 42 tahun, sedangkan sisi lainnya terus-menerus mengalami malam selama 42 tahun.
Uranus paling tidak memiliki 15 satelit. Dua yang terbesar adalah Oberon dan Titania. Satelit terbesar adalah Oberon dan terkecil adalah Miranda.
Neptunus
Neptunus adalah planet ke-8. Seperti Uranus, planet ini adalah planet gas. Kondisi di Neptunus hampir mirip dengan Uranus. Diameter Neptunus adalah 49.500 km. Jika Neptunus adalah sebuah wadah kosong maka Neptunus bisa menampung 60 buah bumi. Masa rotasinya adalah 18 jam sedangkan masa orbitalnya adalah 165 tahun.
Neptunus memiliki 8 satelit. Yang terbesar adalah Triton. Para ahli memperkirakan 100 juta tahun lagi jarak Triton dengan planet Neptunus akan cukup dekat sehingga Triton akan tercabik sebagian.
Sejak tahun 1984 para ahli telah menduga bahwa Neptunus memiliki cincin. Dugaan ini terbukti setalah pesawat angkasa Voyager 2 berhasil mendekati Neptunus dan memastikan bahwa Neptunus memiliki paling tidak 3 lapis cincin.
kerangka

Sumber dari :

Nama-nama tulang pada tubuh
1. Cranium (tengkorak)
2. Mandibula (tulang rahang)
3. Clavicula (tulang selangka)
4. Scapula (tulang belikat)
5. Sternum (tulang dada)
6. Rib (tulang rusuk)
7. Humerus (tulang pangkal lengan)
8. Vertebra (tulang punggung)
9. Radius (tulang lengan)
10. Ulna (tulang hasta)
11. Carpal (tulang pergelangan tangan)
12. Metacarpal (tulang telapak tangan)
13. Phalanges (ruas jari tangan dan jari kaki)
14. Pelvis (tulang panggul)
15. Femur (tulang paha)
16. Patella (tulang lutut)
17. Tibia (tulang kering)
18. Fibula (tulang betis)
19. Tarsal (tulang pergelangan kaki)
20. Metatarsal (tulang telapak kaki)
Sudahkah kamu tahu ?
Tulang yang terkuat
Femur atau tulang paha biasanya dapat menyangga 30 kali berat seorang manusia.
Tulang yang terkecil
Tulang terkecil di dalam tubuh manusia ialah tulang sanggurdi (di dalam telinga). Panjangnya hanya 2,6-3,4 mm
Tulang yang terpanjang
Tulang paha ialah tulang terpanjang di dalam tubuh manusia. Pada umumnya, panjang tulang paha pada pria dengan rata-rata tinggi 175 cm ialah 48 cm.
Kamis, 07 Januari 2010
nama latin hewan dan tumbuhan
- Hewan
- Anoa depressicornis Anoa dataran rendah, Kerbau pendek
- Anoa quarlesi Anoa pegunungan
- Arctictis binturong Binturung
- Arctonyx collaris Pulusan
- Babyrousa babyrussa Babirusa
- Balaenoptera musculus Paus biru
- Balaenoptera physalus Paus bersirip
- Bos sondaicus Banteng
- Capricornis sumatrensis Kambing Sumatera
- Cervus kuhli; Axis kuhli Rusa Bawean
- Cervus spp. Menjangan, Rusa sambar (semua jenis dari genus Cervus)
- Cetacea Paus (semua jenis dari famili Cetacea)
- Cuon alpinus Ajag
- Cynocephalus variegatus Kubung, Tando, Walangkekes
- Cynogale bennetti Musang air
- Cynopithecus niger Monyet hitam Sulawesi
- Dendrolagus spp. Kanguru pohon (semua jenis dari genus Dendrolagus)
- Dicerorhinus sumatrensis Badak Sumatera
- Dolphinidae Lumba-lumba air laut (semua jenis dari famili Dolphinidae)
- Dugong dugon Duyung
- Elephas indicus Gajah
- Felis badia Kucing merah
- Felis bengalensis Kucing hutan, Meong congkok
- Felis marmorota Kuwuk
- Felis planiceps Kucing dampak
- Felis temmincki Kucing emas
- Felis viverrinus Kucing bakau
- Helarctos malayanus Beruang madu
- Hylobatidae Owa, Kera tak berbuntut (semua jenis dari famili Hylobatidae)
- Hystrix brachyura Landak
- Iomys horsfieldi Bajing terbang ekor merah
- Lariscus hosei Bajing tanah bergaris
- Lariscus insignis Bajing tanah, Tupai tanah
- Lutra lutra Lutra
- Lutra sumatrana Lutra Sumatera
- Macaca brunnescens Monyet Sulawesi
- Macaca maura Monyet Sulawesi
- Macaca pagensis Bokoi, Beruk Mentawai
- Macaca tonkeana Monyet jambul
- Macrogalidea musschenbroeki Musang Sulawesi
- Manis javanica Trenggiling, Peusing
- Megaptera novaeangliae Paus bongkok
- Muntiacus muntjak Kidang, Muncak
- Mydaus javanensis Sigung
- Nasalis larvatus Kahau, Bekantan
- Neofelis nebulusa Harimau dahan
- Nesolagus netscheri Kelinci Sumatera
- Nycticebus coucang Malu-malu
- Orcaella brevirostris Lumba-lumba air tawar, Pesut
- Panthera pardus Macan kumbang, Macan tutul
- Panthera tigris sondaica Harimau Jawa
- Panthera tigris sumatrae Harimau Sumatera
- Petaurista elegans Cukbo, Bajing terbang
- Phalanger spp. Kuskus (semua jenis dari genus Phalanger)
- Pongo pygmaeus Orang utan, Mawas
- Presbitys frontata Lutung dahi putih
- Presbitys rubicunda Lutung merah, Kelasi
- Presbitys aygula Surili
- Presbitys potenziani Joja, Lutung Mentawai
- Presbitys thomasi Rungka
- Prionodon linsang Musang congkok
- Prochidna bruijni Landak Irian, Landak semut
- Ratufa bicolor Jelarang
- Rhinoceros sondaicus Badak Jawa
- Simias concolor Simpei Mentawai
- Tapirus indicus Tapir, Cipan, Tenuk
- Tarsius spp. Binatang hantu, Singapuar (semua jenis dari genus Tarsius)
- Thylogale spp. Kanguru tanah (semua jenis dari genus Thylogale)
- Tragulus spp. Kancil, Pelanduk, Napu (semua jenis dari genus Tragulus)
- Ziphiidae Lumba-lumba air laut (semua jenis dari famili Ziphiidae)
II. AVES (Burung)
- Accipitridae Burung alap-alap, Elang (semua jenis dari famili Accipitridae)
- Aethopyga exima Jantingan gunung
- Aethopyga duyvenbodei Burung madu Sangihe
- Alcedinidae Burung udang, Raja udang (semua jenis dari famili Alcedinidae)
- Alcippe pyrrhoptera Brencet wergan
- Anhinga melanogaster Pecuk ular
- Aramidopsis plateni Mandar Sulawesi
- Argusianus argus Kuau
- Bubulcus ibis Kuntul, Bangau putih
- Bucerotidae Julang, Enggang, Rangkong, Kangkareng (semua jenis dari famili Bucerotidae)
- Cacatua galerita Kakatua putih besar jambul kuning
- Cacatua goffini Kakatua gofin
- Cacatua moluccensis Kakatua Seram
- Cacatua sulphurea Kakatua kecil jambul kuning
- Cairina scutulata Itik liar
- Caloenas nicobarica Junai, Burung mas, Minata
- Casuarius bennetti Kasuari kecil
- Casuarius casuarius Kasuari
- 89 Casuarius unappenddiculatus Kasuari gelambir satu, Kasuari leher kuning
- Ciconia episcopus Bangau hitam, Sandanglawe
- Colluricincla megarhyncha Burung sohabe coklat
- Crocias albonotatus Burung matahari
- Ducula whartoni Pergam raja
- Egretta sacra Kuntul karang
- Egretta spp. Kuntul, Bangau putih (semua jenis dari genus Egretta)
- Elanus caerulleus Alap-alap putih, Alap-alap tikus
- Elanus hypoleucus Alap-alap putih, Alap-alap tikus
- Eos histrio Nuri Sangir
- Esacus magnirostris Wili-wili, Uar, Bebek laut
- Eutrichomyias rowleyi Seriwang Sangihe
- Falconidae Burung alap-alap, Elang (semua jenis dari famili Falconidae)
- Fregeta andrewsi Burung gunting, Bintayung
- Garrulax rufifrons Burung kuda
- Goura spp. Burung dara mahkota, Burung titi, Mambruk (semua jenis dari genus Goura)
- Gracula religiosa mertensi Beo Flores
- Gracula religiosa robusta Beo Nias
- Gracula religiosa venerata Beo Sumbawa
- Grus spp. Jenjang (semua jenis dari genus Grus)
- Himantopus himantopus Trulek lidi, Lilimo
- Ibis cinereus Bluwok, Walangkadak
- Ibis leucocephala Bluwok berwarna
- Lorius roratus Bayan
- Leptoptilos javanicus Marabu, Bangau tongtong
- Leucopsar rothschildi Jalak Bali
- Limnodromus semipalmatus Blekek Asia
- Lophozosterops javanica Burung kacamata leher abu-abu
- Lophura bulweri Beleang ekor putih
- Loriculus catamene Serindit Sangihe
- Loriculus exilis Serindit Sulawesi
- Lorius domicellus Nori merah kepala hitam
- Macrocephalon maleo Burung maleo
- Megalaima armillaris Cangcarang
- Megalaima corvina Haruku, Ketuk-ketuk
- Megalaima javensis Tulung tumpuk, Bultok Jawa
- Megapoddidae Maleo, Burung gosong (semua jenis dari famili Megapododae)
- Megapodius reintwardtii Burung gosong
- Meliphagidae Burung sesap, Pengisap madu (semua jenis dari famili Meliphagidae)
- Musciscapa ruecki Burung kipas biru
- Mycteria cinerea Bangau putih susu, Bluwok
- Nectariniidae Burung madu, Jantingan, Klaces (semua jenis dari famili Nectariniidae)
- Numenius spp. Gagajahan (semua jenis dari genus Numenius)
- Nycticorax caledonicus Kowak merah
- Otus migicus beccarii Burung hantu Biak
- Pandionidae Burung alap-alap, Elang (semua jenis dari famili Pandionidae)
- Paradiseidae Burung cendrawasih (semua jenis dari famili Paradiseidae)
- Pavo muticus Burung merak
- Pelecanidae Gangsa laut (semua jenis dari famili Pelecanidae)
- Pittidae Burung paok, Burung cacing (semua jenis dari famili Pittidae)
- Plegadis falcinellus Ibis hitam, Roko-roko
- Polyplectron malacense Merak kerdil
- Probosciger aterrimus Kakatua raja, Kakatua hitam
- Psaltria exilis Glatik kecil, Glatik gunung
- Pseudibis davisoni Ibis hitam punggung putih
- Psittrichas fulgidus Kasturi raja, Betet besar
- Ptilonorhynchidae Burung namdur, Burung dewata
- Rhipidura euryura Burung kipas perut putih, Kipas gunung
- Rhipidura javanica Burung kipas
- Rhipidura phoenicura Burung kipas ekor merah
- Satchyris grammiceps Burung tepus dada putih
- Satchyris melanothorax Burung tepus pipi perak
- Sterna zimmermanni Dara laut berjambul
- Sternidae Burung dara laut (semua jenis dari famili Sternidae)
- Sturnus melanopterus Jalak putih, Kaleng putih
- Sula abbotti Gangsa batu aboti
- Sula dactylatra Gangsa batu muka biru
- Sula leucogaster Gangsa batu
- Sula sula Gangsa batu kaki merah
- Tanygnathus sumatranus Nuri Sulawesi
- Threskiornis aethiopicus Ibis putih, Platuk besi
- Trichoglossus ornatus Kasturi Sulawesi
- Tringa guttifer Trinil tutul
- Trogonidae Kasumba, Suruku, Burung luntur
- Vanellus macropterus Trulek ekor putih
III. REPTILIA (Melata)
- Batagur baska Tuntong
- Caretta caretta Penyu tempayan
- Carettochelys insculpta Kura-kura Irian
- Chelodina novaeguineae Kura Irian leher panjang
- Chelonia mydas Penyu hijau
- Chitra indica Labi-labi besar
- Chlamydosaurus kingii Soa payung
- Chondropython viridis Sanca hijau
- Crocodylus novaeguineae Buaya air tawar Irian
- Crocodylus porosus Buaya muara
- Crocodylus siamensis Buaya siam
- Dermochelys coriacea Penyu belimbing
- Elseya novaeguineae Kura Irian leher pendek
- Eretmochelys imbricata Penyu sisik
- Gonychephalus dilophus Bunglon sisir
- Hydrasaurus amboinensis Soa-soa, Biawak Ambon, Biawak pohon
- Lepidochelys olivacea Penyu ridel
- Natator depressa Penyu pipih
- Orlitia borneensis Kura-kura gading
- Python molurus Sanca bodo
- Phyton timorensis Sanca Timor
- Tiliqua gigas Kadal Panan
- Tomistoma schlegelii Senyulong, Buaya sapit
- Varanus borneensis Biawak Kalimantan
- Varanus gouldi Biawak coklat
- Varanus indicus Biawak Maluku
- Varanus komodoensis Biawak komodo, Ora
- Varanus nebulosus Biawak abu-abu
- Varanus prasinus Biawak hijau
- Varanus timorensis Biawak Timor
- Varanus togianus Biawak Togian
IV. INSECTA (Serangga)
- Cethosia myrina Kupu bidadari
- Ornithoptera chimaera Kupu sayap burung peri
- Ornithoptera goliath Kupu sayap burung goliat
- Ornithoptera paradisea Kupu sayap burung surga
- Ornithoptera priamus Kupu sayap priamus
- Ornithoptera rotschldi Kupu burung rotsil
- Ornithoptera tithonus Kupu burung titon
- Trogonotera brookiana Kupu trogon
- Troides amphrysus Kupu raja
- Troides andromanche Kupu raja
- Troides criton Kupu raja
- Troides haliphron Kupu raja
- Troides helena Kupu raja
- Troides hypolitus Kupu raja
- Troides meoris Kupu raja
- Troides miranda Kupu raja
- Troides plato Kupu raja
- Troides rhadamantus Kupu raja
- Troides riedeli Kupu raja
- Troides vandepolli Kupu raja
V. PISCES (Ikan)
- Homaloptera gymnogaster Selusur Maninjau
- Latimeria chalumnae Ikan raja laut
- Notopterus spp. Belida Jawa, Lopis Jawa (semua jenis dari genus Notopterus)
- Pritis spp. Pari Sentani, Hiu Sentani (semua jenis dari genus Pritis)
- Puntius microps Wader goa
- Scleropages formasus Peyang malaya, Tangkelasa
- Scleropages jardini Arowana Irian, Peyang Irian, Kaloso
VI. ANTHOZOA
- Anthiphates spp. Akar bahar, Koral hitam (semua jenis dari genus Anthiphates)
VII. BIVALVIA
- Birgus latro Ketam kelapa
- Cassis cornuta Kepala kambing
- Charonia tritonis Triton terompet
- Hippopus hippopus Kima tapak kuda, Kima kuku beruang
- Hippopus porcellanus Kima Cina
- Nautilus popillius Nautilus berongga
- Tachipleus gigas Ketam tapak kuda
- Tridacna crocea Kima kunia, Lubang
- Tridacna derasa Kima selatan
- Tridacna gigas Kima raksasa
- Tridacna maxima Kima kecil
- Tridacna squamosa Kima sisik, Kima seruling
- Trochus niloticus Troka, Susur bundar
- Turbo marmoratus Batu laga, Siput hijau
TUMBUHAN
I. PALMAE
- Amorphophallus decussilvae Bunga bangkai jangkung
- Amorphophallus titanum Bunga bangkai raksasa
- Borrassodendron borneensis Bindang, Budang
- Caryota no Palem raja/Indonesia
- Ceratolobus glaucescens Palem Jawa
- Cystostachys lakka Pinang merah Kalimantan
- Cystostachys ronda Pinang merah Bangka
- Eugeissona utilis Bertan
- Johanneste ijsmaria altifrons Daun payung
- Livistona spp. Palem kipas Sumatera (semua jenis dari genus Livistona)
- Nenga gajah Palem Sumatera
- Phoenix paludosa Korma rawa
- Pigafatta filaris Manga
- Pinanga javana Pinang Jawa
II. RAFFLESSIACEA
- Rafflesia spp. Rafflesia, Bunga padma (semua jenis dari genus Rafflesia)
III. ORCHIDACEAE
- Ascocentrum miniatum Anggrek kebutan
- Coelogyne pandurata Anggrek hitan
- Corybas fornicatus Anggrek koribas
- Cymbidium hartinahianum Anggrek hartinah
- Dendrobium catinecloesum Anggrek karawai
- Dendrobium d’albertisii Anggrek albert
- Dendrobium lasianthera Anggrek stuberi
- Dendrobium macrophyllum Anggrek jamrud
- Dendrobium ostrinoglossum Anggrek karawai
- Dendrobium phalaenopsis Anggrek larat
- Grammatophyllum papuanum Anggrek raksasa Irian
- Grammatophyllum speciosum Anggrek tebu
- Macodes petola Anggrek ki aksara
- Paphiopedilum chamberlainianum Anggrek kasut kumis
- Paphiopedilum glaucophyllum Anggrek kasut berbulu
- Paphiopedilum praestans Anggrek kasut pita
- Paraphalaenopsis denevei Anggrek bulan bintang
- Paraphalaenopsis laycockii Anggrek bulan Kaliman Tengah
- Paraphalaenopsis serpentilingua Anggrek bulan Kaliman Barat
- Phalaenopsis amboinensis Anggrek bulan Ambon
- Phalaenopsis gigantea Anggrek bulan raksasa
- Phalaenopsis sumatrana Anggrek bulan Sumatera
- Phalaenopsis violacose Anggrek kelip
- Renanthera matutina Anggrek jingga
- Spathoglottis zurea Anggrek sendok
- Vanda celebica Vanda mungil Minahasa
- Vanda hookeriana Vanda pensil
- Vanda pumila Vanda mini
- Vanda sumatrana Vanda Sumatera
IV. NEPHENTACEAE
- Nephentes spp. Kantong semar (semua jenis dari genus Nephentes)
V. DIPTEROCARPACEAE
- Shorea stenopten Tengkawang
- Shorea stenoptera Tengkawang
- Shorea gysberstiana Tengkawang
- Shorea pinanga Tengkawang
- Shorea compressa Tengkawang
- Shorea semiris Tengkawang
- Shorea martiana Tengkawang
- Shorea mexistopteryx Tengkawang
- Shorea beccariana Tengkawang
- Shorea micrantha Tengkawang
- Shorea palembanica Tengkawang
- Shorea lepidota Tengkawang
- Shorea singkawang Tengkawang
Langganan:
Komentar (Atom)
My site is worth$3,368.5Your website value?